News

Timnas Free Fire Indonesia Juara Sea Games 2021: Free Fire Bukan Game Bocil!

Sobat Mocipay tentu sudah tahu bahwa Timnas Free Fire kita telah mengharumkan nama Indonesia di Sea Games Vietnam. Mereka telah berhasil meraih medali emas dan perak, dan juga gelar MVP cabang olahraga e-sport Free Fire. Seluruh masyarakat Indonesia tentu bangga dengan pencapaian ini, terlebih lagi para penggemar game Free Fire.

Bukanlah sesuatu yang asing jika kita sering mendengar bahwa banyak gamers lain yang menjuluki game Free Fire sebagai game bocil. Namun, kemenangan ini telah mematahkan asumsi itu. Mereka telah membuktikan bahwa game Free Fire bukanlah game yang buruk karena mereka telah berhasil mengharumkan nama Indonesia di Sea Games 2021 Vietnam.

Timnas Free Fire Indonesia di Podcast Deddy Corbuzier

Podcast “Close The Door” Deddy Corbuzier

Podcast Close The Door milik Deddy Corbuzier yang mengundang perwakilan Timnas Free Fire Indonesia telah menyita perhatian masyarakat luas. Tiga orang yang mewakili timnas Free Fire yaitu Muslih Wahyudi Rachman atau akrab dipanggil Bang Fayad selaku coach, Richard William “Legaeloth” Manurung selaku kapten timnas Free Fire Garuda, dan Rafli Aidil “Api” Fitrah dari timnas Free Fire Rajawali yang merupakan MVP (Most VAluable Player) di Sea Games 2021 Vietnam.  Pada kesempatan itu, Deddy Corbuzier mengapresiasi mereka atas kemenangan di Sea Games 2021 Vietnam.

Timnas Free Fire IndonesiaSebagai pertanyaan pembuka, Deddy bertanya kepada mereka apakah orangtua mereka mengizinkan mereka untuk menjadi pemain Free Fire? “Sama orangtua boleh?” tanya Deddy. Menurut pengakuan Manurung, awalnya orangtuanya tidak begitu setuju dengan pilihannya untuk menjadi gamer. Namun 4 tahun lalu saat pertama kali ia memenangkan sebuah pertandingan dan ada duitnya, barulah orangtuanya mendukung penuh Manurung untuk bermain game.

Ternyata Rafli juga mengalami hal yang sama. Awalnya orangtua Rafli tidak memperbolehkan dia untuk bermain game. Tapi setelah berhasil meraih juara pertama di ajang olahraga PON 2020 mewakili Sulawesi Tenggara, barulah orangtuanya mendukung penuh keputusan Rafli untuk menjadi gamer.

Dokter yang Beralih Profesi menjadi Coach Game Free Fire

Coach Fayad

Salah satu fakta menarik dari Timnas Free Fire Indonesia adalah bahwa ternyata coah Fayad ini sebelumnya berprofesi sebagai seorang dokter. Namun kemudian dia memutuskan untuk beralih profesi menjadi seorang coach game Free Fire. Coach Fayad bercerita bahwa sejak berumur 6 tahun dia sudah gemar bermain game dan bercita-cita menjadi programmer. Namun karena keinginan orangtua akhirnya dia menjadi seorang dokter. Sampai akhirnya, sekitar 4 tahun lalu dia memutuskan untuk fokus membentuk tim game Free Fire bersama Manurung dan teman-teman yang lain di Jakarta.

Coach Fayad meyakini bahwa menjadi gamer adalah passionnya dan dia sangat yakin bahwa dia bisa menghasilkan uang lewat tim game Free Fire ini. “Darimana lo tau bahwa this will make money?” tanya Deddy Corbuzier pada Coach Fayad. “I have a good intuation about this. Karena kita ketinggalan 15 tahun dibandingkan negara lain. Gue udah riset. Itu yang membuat gue yakin karena game ini mudah diterima oleh masyarakat luas dan dimainkan oleh semua umur, ” ujar Coach Fayad. Ternyata bukan tanpa alasan coach Fayad “nekat” untuk beralih profesi dari dokter menjadi coach game Free Fire. Keputusan ini dia ambil karena dia sudah melakukan riset terlebih dahulu dan dia yakin melalui game ini dia bisa menghasilkan uang.

Apa yang Menarik dari Game Free Fire?

Komunitas Game Free Fire Indonesia

Menurut Manurung, Free Fire adalah game yang menarik karena komunikasi antar pemain lebih intens jadi bisa bermain sambil ngobrol. Sedangkan menurut Rafli, yang membuat game ini menarik adalah dia bermain game sambil mencari teman online. Coach Fayad menambahkan bahwa di komunitas mereka banyak gamers yang menemukan pacar dari game Free Fire, bahkan ada yang sampai menikah.

Menurut Coach Fayad hal positif dari game Free Fire adalah game ini terjangkau oleh banyak orang secara luas, tidak memandang latar belakang ekonomi dan usia. Dia menyampaikan bahwa komunitas Free Fire adalah komunitas game yang sangat sehat, jadi dia tidak setuju jika ada yang mengatakan game Free Fire sebagai game bocil. “Bisa dilihat dari bagaimana waktu kita bertanding, komunitas kita paling sehat. Di live streaming, support system nya. Kalau dibilang kan, selalu dibilang kalau Free Fire ini game bocil, nih. Game bocil tapi dari attitude yang ada di live streaming keliatan banget. Begitu kita harus mati, support, support, nice try, nice try. Begitu kita lagi berjuang, didoakan semua. Hashtag doa, hashtag ini semua. Itu yang membuat kita merasa komunitas Free Fire ini berbeda, ” ucap Fayad.

Tentu bukan sesuatu yang mudah bagi timnas Free Fire Indonesia untuk bisa sampai di titik ini. Mereka harus mengorbankan banyak waktu untuk latihan selama berjam-jam sehari, bahkan mereka harus berpisah dari keluarga selama berbulan-bulan untuk persiapan Sea Games ini. Jadi buat Sobat Mocipay yang bercita-cita menjadi gamers Free Fire, asah terus kemampuanmu, perbanyak pengalaman, dan teruslah belajar.

Jangan khawatir jika harus top up , karena Mocipay hadir untuk memberikan layanan top up termurah dan terlengkap untuk kamu. Download aplikasinya sekarang di playstore.

 

 

Seberapa Menarik Artikel Ini?

Klik Untuk Meberikan Penilaian

Penilaian Rata-rata 0 / 5. Jumlah Penilaian: 0

Mari Berikan Penilaian

Show More

MOCIPAY

MOCIPAY Merupakan Startup Aplikasi Penjualan Produk Digital Termurah dan Terlengkap Di Indonesia. Yuk Download Aplikasi MOCIPAY Sekarang Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button